anak pengumpul batu


luka tanganmu

menerbitkan beban berat yang kau pikul

tubuhmu yang terbakar sinar

menerbitkan dimana kau berada

tubuhmu yang mungil

menerbitkan siapa kau sebenarnya

namun, apa yang terjadi padanya

lihat mereka

para pengumpul batu

anak-anak kecil yang memikirkan ekonomi keluarga

tetes-tetes keringat yang jatuh

tulus ia serahkan untuk makan keluarga

tanpa mengeluh letih

tanpa merengek ingin dimanja

tulus ia pertaruhkan masanya

bersama sebaya

sesekali diselingi suka cita

apa mereka sadar, apa hak mereka?

apa mereka sadar, dimana seharusnya mereka?

Lihat diri kalian

Siapa kalian?

Kalian anak mampu

Kalian anak cengeng

Bagai istana pasir yang tersapu ombak ringan

Kalian manusia termakan jaman

Tak pernah siap memakan asam garam hidup

Hanya andalkan harta orangtua

Sedangkan mereka?

Siapa mereka?

Mereka anak kurang yang tak mesti ada di riak-riak sungai demi sebentuk batu

Mereka muda, haus akan hidup layak

Patutkah mereka mendapatkan hidup demikian?

Anak kecil tak berdosa

Terpaksa hidup diarus deras perekonomian yang menghimpit

Tak bekerja, mati

Sebuah kalimat pahit yang terpaksa mereka sandang

Demi melanjutkan hidup

Setiap malam

Hanya satu mimpi mereka inginkan

Semoga esok ada hari yang cerah

by.kyon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s