MIMPI BURUK


Nightmare atau yang biasa disebut mimpi buruk. Pernah tidak merasakannya? Aku rasa semua manusia pernah, deh. Mimpi buruk ini paling sering dialami oleh anak kecil sekitaran usia 2 sampai 6 tahun. Orang dewasa juga bisa, tapi tidak sesering anak kecil. Pada post ini yang akan aku bahas bukan tentang nightmare secara umum, melainkan masih tentang diriku (lagi..dan lagi..). hehe..

Mimpi buruk bahkan mimpi yang secara umum hanya beberapa persen dari keseluruhan mimpi yang dapat kita ingat. Saat berencana menceritakan kembali ma temen2, hanya sebagian yang dapat kita ingat. So, kalau temanmu nyeritain mimpinya panjang lebar sampe tamat secara detail. Sudah pasti temanmu lagi ngarang! Wkwkwk..
kamu punya mimpi akupun punya mimpi buruk yang takbisa kuingat dan takbisa pula aku lupakan. Saat berusia 6 tahun, aku bermukim di Jayapura (mule curhat gw..hehe). Tapi aslinya bukan orang Jayapura, loh! (meski item manisnya mirip..wkwk) sebelum pindahan ke Ambon, aku ingat beberapa kali aku mimpi buruk gak jelas. Sesampainya di Ambon dan tinggal beberapa Minggu, mimpi burukku semakin sering muncul. Apalagi saat kerusuhan Ambon mulai memanas.. aih, perasaanku makin gak enak. Sejujurnya isi mimpiku sama sekali gak kuingat. Yang kuingat hanyalah perasaan setelah tersentak tiba-tiba akibat mimpi ini. Saat terbangun, seluruh ruangan akan terasa sangat asing. Langit2 silau. Aku hanya meringkuk dan marah2 gak jelas ma ortuku minta seprai kasur dirapikan. Aih, kedengarannya aneh, gak penting, tapi itulah yang selalu terjadi padaku di malam hari. Hehe..
Suatu hari, pasca kabur dari Ambon ke desaku di Sulawesi Selatan, aku tidur di kamar terpisah dari orangtuaku. Bersama tante, tidurku nyenyak, kok, hingga dini hari kurasakan tubuhku puannass dan kamar gelap yang kutempati terasa begitu sesak (padahal kamar itu lumayan luas). Alhasil, tengah malam aku ngamuk dan membangunkan seisi rumah. Hihi.. dasar anak aneh. Bahu membahu bapak dan tante menggotongku untuk tidur di kamar lain (aku dah kayak kambing guling, aja..)
Bener-bener aneh. Hanya tebakanku saja, tapi mungkin semua itu terjadi lantaran beban psikis yang kurasakan akibat berkali-kali kena kerusuhan. Nggak di Jayapura (kerusuhan anti-pendatang), nggak di Ambon (kerusuhan antaragama). Huff.. jika kuingat lagi masa2 di Ambon dan Jayapura, hanya sedikit yang kuingat. Bahkan pemandangan sadis yang terpampang jelas di pelosok kota Ambon sama sekali tidak kuingat (yang aku ingat Cuma masa2 belanja keperluan lebaran dan sholat Idul Fitri di lapangan). Selanjutnya, setelah mengungsi di Masjid Ambon sampai berada di kampungku desa Lapasu, Barru, aku lupa semua kejadiannya. Padahal kata mama aku sempat melihat sebuah kejadian sadis pada seorang ibu hamil. Alhamdulillah, aku tidak ingat…(bisa jadi psikopat gw). Sempat nguping pembicaraan emak2, mama cerita bahwa saat kami berada di Ambon aku sempat sinting2, demam, n kayak orang setres (entah apa istilahnya). Hehe..🙂
Hingga kini, teman2ku emang selalu bilang aku ini beneran cewe setres. Tapi, semuanya kuanggap santai aja.. toh, anggap aja kayak ejekan sayang (lagian aku juga org stres beneran, kok! Loll) :p dan mengenai nightmare-ku.. aku dah jarang ngerasainnya. Mungkin karena kini mimpiku dah dipenuhi dengan bayang2 orang di sekelilingku. Semuanya indah. Atau bahkan aku tidak mimpi lagi..saking lelahnya bersenang2 hari itu. Yah, dulu, kan aku susah berteman lama dengan orang. Palingan satu dua bulan dah pindahan sekolah lagi… hehe.. ^.^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s